Sabtu, 16 November 2019

Nabi Mikha


Nabi Mikha
A.    Mikha
Nabi mikha lahir di kampung Moresyet, 30 km di sebelah Barat Daya Yerusalem (bdk. Mik.1:1), yang di sebut juga Moresyet Gat (bdk Mik. 1:14). [1]Tempat ini merupakan kota di antara wilayah pegunungan dan pesisir pantai, yang masuk wilayah Filistin. Posisi kampung ini menjadi  sangat penting untuk memahami warta Nabi Mikha. Kampung dan penduduknya orang kecil dan miskin menjadi korban perampasan tanah. [2]Mikha mulai tugas kenabiannya pada masa Yotam berkuasa di Yehuda (742-735), ketika kerajaan Yehuda dan Israel mendekati akhir masa-masa keemasnya.
            Mengenai siapa Nabi Mikha tidak banyak diketahui secara langsung dari kitab-kitabnya seperti nabi-nabi yang lain. Ada yang mengatakan bahwa Mikha adalah warga kampung biasa (smith), warga sederhana (Sellin). Mungkin juga Mikha adalah seorang penting, anggota tua-tua, di kampungnya Moresyet (Wolff). Mikha boleh jadi seorang warga kampung yang miskin, penyewa lading atau pemilik lading (Rudolph).
            Dugaan Wolff bboleh jadi dekat dengan kenyataan bahwa Mikha adalah seorang dari tua-tua di Morsyet. Dalam kitab suci, fungsi para tua-tua adalah penjaga keadilan di kampungnya masing-masing (bdk. Ul. 19:12; 21:1-4, 6-20; Rut. 4:1-12; 1 Sam. 30:26; 1 Raj. 8:1; 2 Raj. 13:1; 2 Taw. 19:5-8). Sebagai tua-tua kampung, ia sangat berperan di kampung itu.
B.     Situasi Zaman Nabi Mikha
            Situasi pada zaman Nabi Mikha di mana di menghadapi nabi-nabi palsu. [3]Di mana pada waktu itu dia berbicara tentang apa yang di perintahkan oleh YHWH kepadanya, tapi pada masa itu justru sebaliknya para nabi berbicara kalau di suap. Mereka adalah nabi palsu. Dengan amat tajam dan sarkastis Mikha melukiskan siapa nabi palsu itu, “ yang menyesatkan bangsa YHWH”. Nabi Mikha sungguh sadar apa dan siapa seorang nabi, karena dia adalah nabi yang benar. Selain pewartaan nabi palsu. [4]Mikha juga menyaksikan bahwa ketidakadilan dan eksploitasi teerhadap orang-orang miskin akan membawa Yerusalem dan Samaria menuju kehancuran. Mikha dan nabi sezamannya, Yesaya, terkejut menyaksikan perilaku korupsi, baik yang dilakukan oleh pemimpin masyarakat maupun pemimpin agama (Mik 3)
C.    Jenis Pewartaan
Seperti halnya Amos, [5]Mikha melihat ketidakadilan sosial sebagai kejahatan yang harus dibalas (2:1-3; 6:9-11). Ia begitu menekankan pengadilan Allah yang dan kejahatan-kejahatan yang serupa. Lebih jauh daripada Amos, ia melihat juga hari ketika Tuhan menjadi raja dan Sion jaya (4-5). Dalam ucapannya yang paling terkenal (6:8), ia menyampaikan pesan sebagai rangkuman pewartaan pendahulu dan nabi-nabi sezamannya : “ Hai manusia telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut Tuhan daripadamu: selain berlaku adil (=Amos), mencintai kesetiaan (=Hosea), dan hidup dengan randah hati (=Yesaya) di hadapan Allah mu.?”
            Dalam pewartaan Mikha pandangan teologisnya sangat dekat dengan Amos. Kedekatan dan kesejajaran pandangan teologis itu tampak, misalnya dalam:
·         Menolak tradisi suci yang satu-satunya atas Yerusalem dan Sion (terutama yang menyangkut Bait Allah dan institusi kerajaan)
·         Wartanya sangat sedikit menyinggung Dinasti Daud (mengambil jarak dari lingkup kekuasaan/kerajaan)
[6]Bagi Mikha ketidakadilan dan penindasan tidak sepadan (compatible) dengan Yahwisme. Kritik yang dilontarkan Nabi Mikha bukan hanya ketidakadialan melainkan terhadap suatu “Teologi Penidasan” para pemimpin di Yerusalem sedemikian yakin bahwa mereka akan selamat karena kota suci Yerusalem, Sion.
·         Para petinggi militer
Alamat pertama dari kritik tajam Nabi Mikha adalah para petinggi militer yang ada di pusat pemerintahan (bdk. Mik. 21-11). Jalan utama masuk ke palestina adalah Akko, sedangkan Moresyet-Gat adalah stasiun militer untuk menghadang invasi dari luar. Dalam keadaan invasi luar para petinggi militer tinggal di stasiun atau barak mereka bersama orang kampung, tetapi ketika ancam musuh tidak ada, namun apa yang terjadi.? Para petani kampung dipaksa menjual tanahnya kepada para petinggi militer itu. Yang lebih ironis lagi bukan hanya tanah, rumah dan orangnya sendiri harus dijual. Perampasan tanah, rumah dan orangnya adalah hal yang sangat bertentang degan taurat yang di tetapkan oleh YHWH (bdk. Kel. 20:17;19:13).
·         Para penatua yang tidak becus
Kelompok kedua yang dikritik tajam oleh Nabi Mikha adalah koleganya, para tua-tua penjaga gawang pertama dari keadilan. Ada dua tuduhan Mikha terhadap koleganya (penetua): merobek kulit dari tulang (bdk. 1 Raj. 9:15-24; 12:6-16), rakus akan uang: “membangun Sion dengan darah”.
Mungkin saja Mikha sebagai penetua melihat bahwa teman-temannya tidak becus. Boleh jadi Mikha bukan hanya orang penting di kampungnya Moresyet, tetapi juga di Yerusalem (bdk. Mik. 1:1).
Nabi membongkar kebusukan Yehuda (Mikha 2:1-12)
D.    Hal yang menarik
[7]Mikha mengingatkan kita akan perhatian Allah pada orang-orang miskin. Mikha mengajarakan kepada kita untuk menghormati Allah melalui hidup yang baik dan menyembah Allah dengan cara benar. [8]Mikha sebagai Nabi Allah memiliki mata Allah yang memandang segala sesuatunya berdasarkan kaca mata Allah. Kalau sudah begitu maka segala kejahatan manusia tidak akan lolos dari pandangannya. Didalam pasal ke 2 Nabi membicarakan kejahatan umat Tuhan.
Salah satunya:
1.      Kejahatan Yehuda
Hal yang pertama Mikha menegur dengan keras para pelaku kejahatan. baik kasus kekerasan, penindasan, pemerasan maupun penumpahan darah. Kejahatan yang paling besar yang dipendam dalam hati dan hal ini sangat terbalik degan ajaran Kristus yang mengatakan “apabila kamu menjadi marah, janganlah kamu berbuat dosa, janganlah matahari terbenam sampai padam amarahmu (Ef 4:26). Saudara melihat Mikha menegur dengan keras dosa-dosa terencana yang dilakukan oleh orang-orang Yehuda pada saat itu yaitu kasus kejahatan penyerobotan tanah.

2.      Pemberita palsu    


Kalau yang pertama Mikha membongkar kejahatan Yehuda karena kasus penyerobotan tanah, maka kejahatan yang kedua Mikha membongkar kejahatan Imam. Dan inilah salah satu faktor penyebab yang merusak iman Yehuda. Jikalau Imam rusak maka masyarakatpun akan rusak, jikalau gereja sesat maka masyarakat juga sesat. Ini adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.



[1] Lih. Bibel Warisan Iman, Sejarah Dan Budaya, hlm. 160-161
[2] Lih. A Catholic Guide to the BIBLE, memahami dan menafsir Kitab Suci Secara Katolik, hlm. 151
[3] Ibid. Bibel Warisan Iman, Sejarah Dan Budaya, hlm. 162-165
[4] Ibid. A Catholic Guide to the BIBLE, memahami dan menafsir Kitab Suci Secara Katolik, hlm. 151
[5] Lih. Membaca Kitab Suci, Mengenal Tulisan-tulisan Perjanjian Lama, hlm. 104
[6] Ibid. Bibel Warisan Iman, Sejarah Dan Budaya, hlm. 162-165
[7] Ibid. A Catholic Guide to the BIBLE, memahami dan menafsir Kitab Suci Secara Katolik, hlm. 151

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Mikha

Nabi Mikha A.     Mikha Nabi mikha lahir di kampung Moresyet, 30 km di sebelah Barat Daya Yerusalem (bdk. Mik.1:1), yang di sebut juga...