Rabu, 25 Juli 2018

BUDAYA NCILOKNG ( PEMBERIAN NAMA BAYI) Dayak Kancikng di Dusun Leminang. Ds Nanga Mongko. Kec Nanga Taman. Kab Sekadau. (Oleh Maria Emi)

[1]Dayak Kancikng terdapat di dua kabupaten, yaitu Sanggau dan ketapang. Dayak Kancikng yang berada di kabupaten Sanggu umumnya dapat dijumpai di kecamatan Nanga Taman, Meliau, dan Nanga Mahap. Kancikng adalah suatu istilah dari nama salah satu sungai Mongko, cabang dari sungai Sekadau. Bagian hulu sungai Mongko ini berdekatan dengan hulu sungai Buayan atau lebih dikenal sungai Boyan. Di sungai Kancikng inilah dulunya mereka bermukiman dan berdampingan dengan subsuku Dayak Taman, Kerabat, dan juga subsuku Dayak Koman.
Dusun Leminang memiliki beberapa kebudayaan atau kebiasaan dalam tata cara melakukan suatu upacara, salah satunya  upacara memberi nama bayi, masyarakat Dusun Leminang biasa menyebutnya Ncilokng. Ncilokng merupakan suatu  upacara yang dilakukan pihak keluarga ketika satu diantara keluarganya ada yang melahirkan dan usia bayi menginjak ketiga hari maka upacara itu wajib dilaksanakan. Pemberian nama pada bayi itu sebagai identitas seorang bayi yang menjadi  anggota keluarga baru. Pada saat pemberian nama itulah beberapa adat dilakukan sebagai tanda bahwa bayi yang baru lahir itu memperoleh sebuah nama. Disini tidak dicantumkan berapa adat yang harus dikeluarkan untuk melaksanakan upacara tersebut karena adat bisa saja berubah tergantung mudah atau sulitnya ketika melahirkan. Selain adat, ada makanan yang menjadi khas  ketika upacara pemberian nama bayi ( Ncilokng) itu dilaksanakan  yaitu jahe yang dicampur dengan daging babi. Makanan ini juga sebagai tanda bahwa pihak keluarga melaksanakan upacara pembemberi nama bayi. Masyarakat Dusun Leminang adalah masyarakat yang bermayoritas beragama katolik. Selain melakukan upacara adat tersebut, anak juga diteguhkan dalam pembaptisan, entah baptisan bayi atau dewasa itu tergantung dari pihak keluarga.
Seperti halnya pada kehidupan Yesus ketika Ia dilahirkan Yesus juga diberi nama yaitu nama yang disebut malaikat sebelum Ia dikandung Ibu-Nya ( lih Luk 2:21-33). Nama Yesus menunjukan kekhasan diri-Nya sebagai Putra Allah. Kita mempunyai nama dan nama yang diberikan orang tua pada saat kita lahir. Nama menunjukan identitas kita yang membedakan kita satu dengan yang lain.  Seperti pada umumnya bahwa nama juga bisa dikatakan sebuah gelar atau julukan pada seseorang. Melalui nama seseorang akan mudah dikenal karena nama menunjukan identitas diri dan kekhasan seseorang. Kekhasan yang dimiliki setiap orang hendak diterima dengan apa adanya sepert Tuhan yang mencintai setiap manusia apa adanya. Baptisan Yesus dan baptisan yang kita terima tidak sama. Baptisan yang kita terima adalah baptisan pertobatan sedangkan baptisan Yesus adalah bentuk solidaritas Yesus dengan manusia yang selalu berdosa. Yesus tidak membutuhkan pertobatan, karena Yesus adalah anak Allah yang menjadi manusia.
·      Pembaptisan bayi menurut Katekismus Gereja Katolik
[2]KGK 1250 : Karena anak-anak dilahirkan dengan kodrat manusia yang jatuh dan dinodai dosa asal, maka mereka membutuhkan kelahiran kembali di dalam Pembaptisan , supaya dibebaskan dari kekuasaan kegelapan dan dimasukkan ke dalam kerajaan kebebasan anak-anak Allah ke mana semua manusia dipanggil. Dalam Pembaptisan anak-anak dapat dilihat dengan jelas sekali bahwa rahmat keselamatan itu diberikan tanpa jasa kita. Gereja dan orang-tua akan menghalangi anak-anaknya memperoleh rahmat tak ternilai menjadi anak Allah, kalau mereka tidak dengan segera membaptisnya sesudah kelahiran.
KGK 1251: Orang-tua Kristen harus mengerti bahwa kebiasaan ini sesuai dengan tugasnya, memajukan kehidupan yang Tuhan percayakan kepada mereka.
KGK 1252: Adalah satu tradisi Gereja yang sangat tua membaptis anak-anak kecil. Dari abad kedua kita sudah memiliki kesaksian jelas mengenai kebiasaan ini. Barangkali sudah pada awal kegiatan khotbah para Rasul, bila seluruh “rumah” menerima Pembaptisan anak-anak juga ikut dibaptis.
·      Pembaptisan bayi menurut Kitab Hukum Kanonik:
[3]Kan. 867 – § 1. Para orangtua wajib mengusahakan agar bayi-bayi dibaptis dalam minggu-minggu pertama; segera sesudah kelahiran anaknya, bahkan juga sebelum itu, hendaknya menghadap pastor














DAFTAR PUSTAKA
Mozaik Dayak Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat.2008. Pontianak: Institut Dayakologi. Hal 172.

Katekismus Gereja Katolik.2007. Konferensi Waligereja Regio Nusa Tenggara: Nusa Indah.
Kitab Hukum Kanonik. 2016. Jakarta:  Konferensi  Waligereja Indonesia.

Alkitab Deuterokanonika. 2008. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).



[1] Lih. 2008. Mozaik Dayak Keberagaman Subsuku dan Bahasa Dayak di Kalimantan Barat. Pontianak: Institut Dayakologi. Hal 172.
[2] Lih. 2007. Katekismus Gereja Katolik. Konferensi Waligereja Regio Nusa Tenggara: Nusa Indah.
[3] Lih. 2016. Kitab Hukum Kanonik. Jakarta:  Konferensi  Waligereja Indonesia



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Mikha

Nabi Mikha A.     Mikha Nabi mikha lahir di kampung Moresyet, 30 km di sebelah Barat Daya Yerusalem (bdk. Mik.1:1), yang di sebut juga...