Budaya orang tionghoa menyukai
lambang atau simbol yang mengandung wish, harapan atau’’semoga demikian’’.
Tetapi seringkali oleh penganut feng shui simbol itu dijadikan syarat untuk
mendapatkan harapan itu. Jika kita mengatakan,’’semoga selamat diperjalanan,’’
ini tidak berarti kita harus mengucapkan kalimat itu baru bisa selamat sampai
ditempat tujuan. Cermin yang dipasang di dingin belakang cash register adalah
simbol semoga uang yang masuk bisa berlipat ganda. Demikian juga cermin di
ruang makan.’’tetapi jangan sekali-kali memasang cermin di kamar tidur suami
istri,’’nanti bisa punya isteri atau suami lebih dari satu.
A.
Simbol Dari Motif bermakna
Biasanya hiasan itu diwujudkan dalam berbagai benda
bermotif yang diharapkan oleh pemasanganya. Bisa merupakan sebuah motif namun
bisa pula merupakan gabungan. Motif/simbol ini seringkali dipasang di rumah,
kantor, tempat usaha. Motif seperti yang telah disebutkan di atas banyak
mewarnai kehidupan orang tionghoa seperti dalam bentuk luksian, vas bunga,
guci, alat rumah-tangga, dan relief. Oleh sebab itu orang harus hati-hati di
dalam memilih peralatan berornamen ke-Tionghoaan, walaupun hanya dengan alasan
untuk mengumpulkan barang antik, sebab peradaban asli Chin atau bergaya Chin
itu yang dirasa cocok untuk mendapat chi[1]
yang baik. Misalnya di sala satu rumah harus dipasang genta supaya mendapat chi
yang baik, maka harus diusahakan bahwa genta tersebut sekurang-kurangnya
bergaya china. Tidak bisa ditukar dengan
kelontongan sapi yang biasa di kalangan orang jawa.
memasang genta untuk chi yang baik
kotak berornamen cina fungsinya sebagai meja
Oleh sebab motivasi dalam semua peralatan tersebut
berkaitan dengan hong shui, dan chi, maka seringkali barang-barang tersebut
terisi dengan kuasa kegelapan. Iblis selalu ingin menipu manusia dan dengan
berbagai cara ia selalu berusaha untuk menghancurkan manusia.
Ini
contoh-contoh dari peralatan rumah tangga tionghoa yang diambil dari buku Ilmu
Feng Shui, oleh Adi Nugroho, CV. Aneka, solo
contoh ruang yang ditata full dengan pertimbangan feng shui.
hiasan piring keramik Cina antik
kolam renang berlekuk menghasilkan chi
baik.
vas bunga dari keramik cina
Kebiasaan ini sudah
terjadi dari jaman Tiongkok Kuno. Jadi seperti disebutkan sebelumnya bahwa
setiap motif atau pembuatan benda-benda tersebut mempunyai maksud dan ada unsur
kepercayaan serta ketergantungan terhadap unsur-unsur yang ada pemasangan luksian
atau desai rumah/relief, biasanya mempunyai arti yang mendalam dan tersembunyi.
Makin kaya pemiliknya benda seninya akan makin halus dan indah, sebab ia mampu
memesan pada pengrajin atau seniman yang terbaik dan mahal untuk menterjemahkan
keinginan hati dan harapannya. Benda-benda ini juga akan berkaitan dengan Hong
shui/ feng shui. Bila sang pemilik mengabaikan atau tidak mengetahui arti yang
tersembunyi dari benda tersebut, maka semua ini akan menghasilkan suatu tenaga
yang merusak. Misalnya lukisan tentang pemandangan musim dingin yang
menggambarkan pepohonan tanpa daun serta tanpa kegiatan, ini berarti sang
pemilik mencari kesulitan sebab hal itu akan menghasilkan sesuatu yang negatif.
Apalagi kalau lukisan tersebut dipasang di ruangan kantor, besar pengaruhnya
bagi perkembangan bisnis mereka.
Simbol Dari Motif bermakna
|
MOTIF
|
SIMBOL
|
|
Rusa
|
Kekayaan yang melimpah
|
|
Vas bunga
|
Kedamaian selama hidup
|
|
Bangau
|
Kesetiaan,kejujuran,panjang umur
|
|
Bunga teratai
|
Ketahanan, ketulusan,kejujuran
|
|
Riak air
|
Kekayaan dan berkah surgawi
|
|
Pohon pinus
|
Panjang umur dan ketahanan
|
|
Phoenix
|
Keseimbangan Ying/Yang
|
Simbo-simbol yang sangat disukai di kalangan orang
tionghoa yaitu:
·
Bangau
Bangau
yang anggun ini melambangkan kejujuran dan kesetiaan. Hal ini diambil dari
sikap burung tersebut pada waktu menunggu mangsanya, ia dapat berdiri
berjam-jam dengan satu kaki. Selain itu burung ini juga melambangkan keadilan,
maka gambar/lukisan burungan bangau banyak dipasang di ruang pengadilan Cina
jaman kuno.
·
Phoenix
Sampai
sekarang masih diragukan apakah ada orang, bahkan di jaman dulu sekalipun, yang
pernah melihat phoenix yang sebenarnya. Burung yang dapat terbakar habis dan
hidup lagi dari abunya ini melambangkan pengorbanan diri dan kelahiran kembali.
Tindakan tersebut diulang berkali-kali sampai tercapai kesempurnaan. Phoenix
juga diyakini sebagai mendatangkan perdamaian dan keharmonisan.
·
Bunga teratai
Bunga
teratai adalah simbol kemurnian. Ini terjadi karena teratai seringkali
ditemukan tumbuh di kolam-kolam yang berlumpur, di tengah-tengah lingkungan
yang tidak menyenangkan, tetapi tidak tercemar oleh lingkungan tersebut. Bunga
ini juga mewakili daya kreatif. Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Asih pun duduk di
atas bunga teratai.
Simbol Dari Makanan
Dikalangan orang tionghoa juga
dikenal simbol melalui makanan yaitu:
|
Simbol
|
Arti
|
|
Makanan dari
beras
|
Lambang kemakmuran
|
|
Buah kurma
|
Tanda kelimpahan
|
|
Kacang-kwaci
|
Simbol kelahiran
|
|
Semangka merah
|
Keberuntungan
|
|
Jeruk
|
Kemewahan
|
·
Toa Pe Kong Pelindung
Orang-orang Tionghoa mempunyai kepercayaan bahwa
tiap-tiap tempat di dunia ini ada pelindungnya/penunggunya.
Tiap kota ada pelindungnya. Gunung , lembah, sungai
bahkan pohon-pohon, atau batu ada penunggunya/pelindungnya/malaikatnya.
Chiang Tze Ya yang diberi kuasa untuk
mengangkat para malaikat dalam jabatan, tugas dan pangkat masing-masing, sempat
juga mengangkat malaikat dengan pangkat yang rendah yaitu penunggu kamar.
Oleh karena kepercayaan seperti ini yang merupakan
kepercayaan bersifat animistis, maka tidak heran bilamana ada orang Tionghoa
yang suka memberi sedekah, sesajen sesuai dengan kepercayaan/kebiasaan
setempat. Misalnya pindah rumah yang baru. Biasanya yang dibawa pertama kali
sebelum rumah tersebut ditempati ialah pelita dan kompor. Dan juga ada sedikit
sesajen sebagai tanda minta ijin dan perlindungan dari penunggu rumah.
Kepercayaan animisme di kalangan orang Tionghoa dapat
dilihat melalui legenda-legenda( manusia yang dijadikan dewa), dongeng-dongeng
tentang bidadari,peri dan dongeng tentang bidarari bunga. Toa Pe Kong pelindung
ini dipercayai bukan hanya sebagai penunggu/pelindung dari rumah, tempat, dan
sungai. Tetapi juga ada Toa Pe Kong pelindung untuk manusianya sesuai dengan
keahlian masing-masing.
·
Kwan Im( Dewi seribu tangan)
Ketika agama budha memasuki tiongkok( Masa Dinasti Han),
pada mulanya Avalokitesvara Bodhisattva bersorok pria. Seiring dengan
berjalannya waktu. Menjelang Dinasti Tang, profil Avalokitesvara Bodhisattva
berubah dan tampilkan dalam sosok wanita. Kedua dipengaruhi oleh figur Wu
Zetia(624-705), kaisar wanita yang beragama buddha. Ketiga tekanan budaya
paternalistik sehingga kaum perempuan memerlukan satu figur dewi pemermpuan
yang bisa melindungi dan mengayomi mereka. rakyat jelatan Tiongkok atau yang
mayoritas memeluk kepercayaan rakyat( chinese folk religio) sering menyebut
dengan sebutan niang-niang atau ma(
jaman sekarang ini digunakan kata ma[2].
Taoisme kemudian menyebut Guanyin adalah Chiang dashi atau Chiang Zhenren,
salah satu sumber tentang ini adalah lidai
shenxian Tongjian( catatan saksama dewa-dewi dalam sejarah) atau yang
dikenal dengan nama lain Sanjiao
Tongyuanlu( catatan tiga ajaran/ agama bersumber yang sama). Buku itu
ditulis oleh Xu Dao dan Cheng Yuqi pada akhir dinasti Ming( 1368-1644) dan awal
dinasti Qing(1644-1912).
Dalam kisah lain disebutkan bahwa pada saat Kwan Im Phu
Sa diganggu oleh ribuan setan,iblis dan siluman,Kwan Im menggunakan
kesaktianNya untuk melawan mereka. ia berubah wujud menjadi Kwan Im Bertangan
dan Bermata Seribu, dimana masing-masing tangan memengang senjata Dewa yang
berbeda jenis. Kisah Putri Miao Shan sebagai Guanyin menarik minat masyarakat.Xiangshan Baojuan[3](
Gulungan Mustika Gunung Harum) menceritakan Guanyin Pusa bermanifestasi
menjadi Putri Miao Shan, Putri ke tiga dari Raja Miao Zhuang. Cerita xiangshan Baojuan bermuasal dari vihara
Xiangshan si di Ruzhou, Jiang Ziqi(1031-1104) pada masa dinasti Song
utara(960-1127). Dari situlah legenda Guanyin sebagai putri Miaoshan meluas dan
isinya serupa.
·
Perwujudan Kwan Im
Dalam sejumlah kitab Budhisme Tiongkok klasik,disebutkan
rupa perwujudan Kwan Im Pho Sat, antara lain:
1.
Kwan
Im Berdiri Menyeberangi samudera
2.
Kwan
Im Menyebrangi Samudera sambil berdiri di atas Naga
3.
Kwan Im duduk bersila bertangan seribu
4.
Kwan
Im berbaju dan berjubah putih bersih sambil berdiri
5. Kwan Im berdiri membawa anak
Selain perwujudan
Kwan Im yang beraneka bentuk dan posisi, nama atau julukan Kwa Im (
Avalokitesvara) juga bermacam-macam, ada Sahasrabhuja Avalokitesvara(Qian Shou
Guan Yin), cundi Avalokitesvara.
Ajaran Welas Asih Dewi Kwan Im
·
Jika
orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki
·
Mulai
hari ini belajarlah menyenangkan hati oarng lain
·
Jika
kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan,itulah bahagia
·
Lari
dan berlarilah untuk mengejar hari esok
Selain Toa Pe Kong
pelindung untuk para ahli seperti Toa Pe Kong Tukang Kayu, Toa Pe Kong Tukang
Jahit, Toa Pe Kong Tukang Besi ada juga Toa Pe Kong untuk para pedangang. Semua
hal tersebut di atas bukanlah dewa-dewa secara umum di kalangan orang Tionghoa.
Ini sudah merupakan pemujaan dari jaman purba. Baik atas dasar Kisah
dongeng,legenda atau manusia berjasa yang dijadikan dewa. Dengan kata lain yang
dinamakan tradisi,kepercayaan ataupun agama menjadi tidak jelas .
Penyembahan dewa-dewa
tersebut di atas selain disembah secara pribadi di dalam rumah, mereka juga
membangun kuil-kuil menurut dewanya masing-masing. Kuil-kuil tersebut ada yang
sudah dirobohkan oleh karena perkembangan kota dan ada yang masih berdiri
sampai sekarang.
·
LaboremExercens (kerjamanusia),
OlehPausYohanes Paulus II, 14 September 1981. Ditulis dalam rangka
peringatan 90 tahun RerumNovarum, Paus berbicara
tentang martabat kerja manusia dalam kerangka rencana ilahi. Ensiklik ini mengkritik
tajam komunisme dan kapitalisme karena memperlakukan manusia sebagai alat produksi.
Manusia berhak kerja, sekaligus berhak upah yang adil dan wajar, sekaligus berhak
untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya.
·
Convenientes ex Universo (berhimpundariseluruhdunia).
Dokumen ini merupakan hasil sinode para
Uskup di Roma tahun 197.Para uskup, yang berkumpul di Roma untuk sinode tahun 1971,
menyuarakan jutaan orang yang tinggal di negara-negara berkembang. Mereka tidak
hanya menyerukan diakhirinya kemiskinan dan penindasan, namun juga perdamaian abadi
dan keadilan sejati. Dalam Gereja, sebagaimana di dalam dunia, keadilan harus dipertahankan
dan dipromosikan. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan
perjuangan keadilan, tidaklah integral. Misi Kristus dalam mewartakan datangny aKerajaan
Allah mencakup pula datangnya keadilan. Keadilan merupakan dimensi konstitutif
pewartaan Injil. Para uskup juga menyerukan dihormatinya hak untuk hidup, hak-hak perempuan, dan perlunya
pendidikan keadilan. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari
Gereja-Gereja di Afrika, Asia, dan Latin Amerika, khususnya pengaruh pembahasan
tema “pembebasan” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia).
·
GaudiumetSpes (kegembiraan dan harapan),
merupakan dokumen Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam dunia
modern, hasil KonsiliVatikan II, 7 Desember 1965. Dokumen ini merupakan refleksi para Bapa Konsili tentang kehadiran Gereja
di tengahdunia modern. Dalam refleksi itu, mereka mengaplikasikan ajaran-ajaran
Gereja tentang moral dan sosial pada harapan-harapan dan tantangan-tantangan
yang dialami di banyak negara pada masa itu. Para Bapa Konsili sangat kuat mendorong
partisipasi umat Katolik dalam berbagai dimensi kehidupan duniawi.
DAFTAR PUSTAKA
Suryanto T Markus,
Imlek Budaya TiongHoa dan Iman Kristen,PELKRINDO( Pelayanan Literatur
Kristen Indonesia) Jakarta, 1999.
[1]kamus mandiri chi berarti genangan
[1]Personal Salvation and Filial Piety: Two Precious Scroll
Naratives of Guanyin and Her Acolytes by Wilt L. Idema,Hawai Universtiy Press
[1]kamus
mandiri chi berarti genangan
[3]Personal Salvation and Filial Piety: Two
Precious Scroll Naratives of Guanyin and Her Acolytes by Wilt L. Idema,Hawai
Universtiy Press
Tidak ada komentar:
Posting Komentar