Rabu, 25 Juli 2018

SIMBOL DALAM KEPERCAYAAN TIONGHOA DAN TOA PE KONG PELINDUNG ( Heni (1500014)


 Budaya orang tionghoa menyukai lambang atau simbol yang mengandung wish, harapan atau’’semoga demikian’’. Tetapi seringkali oleh penganut feng shui simbol itu dijadikan syarat untuk mendapatkan harapan itu. Jika kita mengatakan,’’semoga selamat diperjalanan,’’ ini tidak berarti kita harus mengucapkan kalimat itu baru bisa selamat sampai ditempat tujuan. Cermin yang dipasang di dingin belakang cash register adalah simbol semoga uang yang masuk bisa berlipat ganda. Demikian juga cermin di ruang makan.’’tetapi jangan sekali-kali memasang cermin di kamar tidur suami istri,’’nanti bisa punya isteri atau suami lebih dari satu.
A.      Simbol Dari Motif bermakna
Biasanya hiasan itu diwujudkan dalam berbagai benda bermotif yang diharapkan oleh pemasanganya. Bisa merupakan sebuah motif namun bisa pula merupakan gabungan. Motif/simbol ini seringkali dipasang di rumah, kantor, tempat usaha. Motif seperti yang telah disebutkan di atas banyak mewarnai kehidupan orang tionghoa seperti dalam bentuk luksian, vas bunga, guci, alat rumah-tangga, dan relief. Oleh sebab itu orang harus hati-hati di dalam memilih peralatan berornamen ke-Tionghoaan, walaupun hanya dengan alasan untuk mengumpulkan barang antik, sebab peradaban asli Chin atau bergaya Chin itu yang dirasa cocok untuk mendapat chi[1] yang baik. Misalnya di sala satu rumah harus dipasang genta supaya mendapat chi yang baik, maka harus diusahakan bahwa genta tersebut sekurang-kurangnya bergaya china. Tidak  bisa ditukar dengan kelontongan sapi yang biasa di kalangan orang jawa.

   
memasang genta untuk chi yang baik    

 
kotak berornamen cina fungsinya sebagai meja
Oleh sebab motivasi dalam semua peralatan tersebut berkaitan dengan hong shui, dan chi, maka seringkali barang-barang tersebut terisi dengan kuasa kegelapan. Iblis selalu ingin menipu manusia dan dengan berbagai cara ia selalu berusaha untuk menghancurkan manusia.
      Ini contoh-contoh dari peralatan rumah tangga tionghoa yang diambil dari buku Ilmu Feng Shui, oleh Adi Nugroho, CV. Aneka, solo
contoh ruang yang ditata full dengan pertimbangan feng shui.

 
hiasan piring keramik Cina antik

  
kolam renang berlekuk menghasilkan chi baik.

 
vas bunga dari keramik cina
Kebiasaan ini sudah terjadi dari jaman Tiongkok Kuno. Jadi seperti disebutkan sebelumnya bahwa setiap motif atau pembuatan benda-benda tersebut mempunyai maksud dan ada unsur kepercayaan serta ketergantungan terhadap unsur-unsur yang ada pemasangan luksian atau desai rumah/relief, biasanya mempunyai arti yang mendalam dan tersembunyi. Makin kaya pemiliknya benda seninya akan makin halus dan indah, sebab ia mampu memesan pada pengrajin atau seniman yang terbaik dan mahal untuk menterjemahkan keinginan hati dan harapannya. Benda-benda ini juga akan berkaitan dengan Hong shui/ feng shui. Bila sang pemilik mengabaikan atau tidak mengetahui arti yang tersembunyi dari benda tersebut, maka semua ini akan menghasilkan suatu tenaga yang merusak. Misalnya lukisan tentang pemandangan musim dingin yang menggambarkan pepohonan tanpa daun serta tanpa kegiatan, ini berarti sang pemilik mencari kesulitan sebab hal itu akan menghasilkan sesuatu yang negatif. Apalagi kalau lukisan tersebut dipasang di ruangan kantor, besar pengaruhnya bagi perkembangan bisnis mereka.
Simbol Dari Motif bermakna
MOTIF
SIMBOL
Rusa
Kekayaan yang melimpah
Vas bunga
Kedamaian selama hidup
Bangau
Kesetiaan,kejujuran,panjang umur
Bunga teratai
Ketahanan, ketulusan,kejujuran
Riak air
Kekayaan dan berkah surgawi
Pohon pinus
Panjang umur dan ketahanan
Phoenix
Keseimbangan Ying/Yang
Simbo-simbol yang sangat disukai di kalangan orang tionghoa yaitu:
·         Bangau
Bangau yang anggun ini melambangkan kejujuran dan kesetiaan. Hal ini diambil dari sikap burung tersebut pada waktu menunggu mangsanya, ia dapat berdiri berjam-jam dengan satu kaki. Selain itu burung ini juga melambangkan keadilan, maka gambar/lukisan burungan bangau banyak dipasang di ruang pengadilan Cina jaman kuno.



·         Phoenix
Sampai sekarang masih diragukan apakah ada orang, bahkan di jaman dulu sekalipun, yang pernah melihat phoenix yang sebenarnya. Burung yang dapat terbakar habis dan hidup lagi dari abunya ini melambangkan pengorbanan diri dan kelahiran kembali. Tindakan tersebut diulang berkali-kali sampai tercapai kesempurnaan. Phoenix juga diyakini sebagai mendatangkan perdamaian dan keharmonisan.
·          Bunga teratai
Bunga teratai adalah simbol kemurnian. Ini terjadi karena teratai seringkali ditemukan tumbuh di kolam-kolam yang berlumpur, di tengah-tengah lingkungan yang tidak menyenangkan, tetapi tidak tercemar oleh lingkungan tersebut. Bunga ini juga mewakili daya kreatif. Dewi Kwan Im atau Dewi Welas Asih pun duduk di atas bunga teratai.
Simbol Dari Makanan
                Dikalangan orang tionghoa juga dikenal simbol melalui makanan yaitu:

Simbol
                      Arti
 Makanan dari beras
Lambang kemakmuran
Buah kurma
Tanda kelimpahan
Kacang-kwaci
Simbol kelahiran
Semangka merah
Keberuntungan
Jeruk
Kemewahan
·         Toa Pe Kong Pelindung
Orang-orang Tionghoa mempunyai kepercayaan bahwa tiap-tiap tempat di dunia ini ada pelindungnya/penunggunya.
Tiap kota ada pelindungnya. Gunung , lembah, sungai bahkan pohon-pohon, atau batu ada penunggunya/pelindungnya/malaikatnya. Chiang  Tze Ya yang diberi kuasa untuk mengangkat para malaikat dalam jabatan, tugas dan pangkat masing-masing, sempat juga mengangkat malaikat dengan pangkat yang rendah yaitu penunggu kamar.
Oleh karena kepercayaan seperti ini yang merupakan kepercayaan bersifat animistis, maka tidak heran bilamana ada orang Tionghoa yang suka memberi sedekah, sesajen sesuai dengan kepercayaan/kebiasaan setempat. Misalnya pindah rumah yang baru. Biasanya yang dibawa pertama kali sebelum rumah tersebut ditempati ialah pelita dan kompor. Dan juga ada sedikit sesajen sebagai tanda minta ijin dan perlindungan dari penunggu rumah.
Kepercayaan animisme di kalangan orang Tionghoa dapat dilihat melalui legenda-legenda( manusia yang dijadikan dewa), dongeng-dongeng tentang bidadari,peri dan dongeng tentang bidarari bunga. Toa Pe Kong pelindung ini dipercayai bukan hanya sebagai penunggu/pelindung dari rumah, tempat, dan sungai. Tetapi juga ada Toa Pe Kong pelindung untuk manusianya sesuai dengan keahlian masing-masing.
·         Kwan Im( Dewi seribu tangan)
Ketika agama budha memasuki tiongkok( Masa Dinasti Han), pada mulanya Avalokitesvara Bodhisattva bersorok pria. Seiring dengan berjalannya waktu. Menjelang Dinasti Tang, profil Avalokitesvara Bodhisattva berubah dan tampilkan dalam sosok wanita. Kedua dipengaruhi oleh figur Wu Zetia(624-705), kaisar wanita yang beragama buddha. Ketiga tekanan budaya paternalistik sehingga kaum perempuan memerlukan satu figur dewi pemermpuan yang bisa melindungi dan mengayomi mereka. rakyat jelatan Tiongkok atau yang mayoritas memeluk kepercayaan rakyat( chinese folk religio) sering menyebut dengan sebutan niang-niang atau ma( jaman sekarang ini digunakan kata ma[2]. Taoisme kemudian menyebut Guanyin adalah Chiang dashi atau Chiang Zhenren, salah satu sumber tentang ini adalah lidai shenxian Tongjian( catatan saksama dewa-dewi dalam sejarah) atau yang dikenal dengan nama lain Sanjiao Tongyuanlu( catatan tiga ajaran/ agama bersumber yang sama). Buku itu ditulis oleh Xu Dao dan Cheng Yuqi pada akhir dinasti Ming( 1368-1644) dan awal dinasti Qing(1644-1912).
Dalam kisah lain disebutkan bahwa pada saat Kwan Im Phu Sa diganggu oleh ribuan setan,iblis dan siluman,Kwan Im menggunakan kesaktianNya untuk melawan mereka. ia berubah wujud menjadi Kwan Im Bertangan dan Bermata Seribu, dimana masing-masing tangan memengang senjata Dewa yang berbeda jenis. Kisah Putri Miao Shan sebagai Guanyin menarik minat masyarakat.Xiangshan Baojuan[3]( Gulungan Mustika Gunung Harum) menceritakan Guanyin Pusa bermanifestasi menjadi Putri Miao Shan, Putri ke tiga dari Raja Miao Zhuang. Cerita xiangshan Baojuan bermuasal dari vihara Xiangshan si di Ruzhou, Jiang Ziqi(1031-1104) pada masa dinasti Song utara(960-1127). Dari situlah legenda Guanyin sebagai putri Miaoshan meluas dan isinya serupa.
·         Perwujudan Kwan Im
Dalam sejumlah kitab Budhisme Tiongkok klasik,disebutkan rupa perwujudan Kwan Im Pho Sat, antara lain:
1.      Kwan Im Berdiri Menyeberangi samudera
2.      Kwan Im Menyebrangi Samudera sambil berdiri di atas Naga
3.       Kwan Im duduk bersila bertangan seribu
4.      Kwan Im berbaju dan berjubah putih bersih sambil berdiri
5.      Kwan Im berdiri membawa anak
Selain perwujudan Kwan Im yang beraneka bentuk dan posisi, nama atau julukan Kwa Im ( Avalokitesvara) juga bermacam-macam, ada Sahasrabhuja Avalokitesvara(Qian Shou Guan Yin), cundi Avalokitesvara.
     Ajaran Welas Asih Dewi Kwan Im
·         Jika orang lain membuatmu susah, anggaplah itu tumpukan rejeki
·         Mulai hari ini belajarlah menyenangkan hati oarng lain
·         Jika kamu merasa pahit dalam hidupmu dengan suatu tujuan,itulah bahagia
·         Lari dan berlarilah untuk mengejar hari esok
Selain Toa Pe Kong pelindung untuk para ahli seperti Toa Pe Kong Tukang Kayu, Toa Pe Kong Tukang Jahit, Toa Pe Kong Tukang Besi ada juga Toa Pe Kong untuk para pedangang. Semua hal tersebut di atas bukanlah dewa-dewa secara umum di kalangan orang Tionghoa. Ini sudah merupakan pemujaan dari jaman purba. Baik atas dasar Kisah dongeng,legenda atau manusia berjasa yang dijadikan dewa. Dengan kata lain yang dinamakan tradisi,kepercayaan ataupun agama menjadi tidak jelas .
Penyembahan dewa-dewa tersebut di atas selain disembah secara pribadi di dalam rumah, mereka juga membangun kuil-kuil menurut dewanya masing-masing. Kuil-kuil tersebut ada yang sudah dirobohkan oleh karena perkembangan kota dan ada yang masih berdiri sampai sekarang.
·         LaboremExercens (kerjamanusia),
OlehPausYohanes Paulus II, 14 September 1981. Ditulis dalam rangka peringatan 90 tahun RerumNovarum, Paus berbicara tentang martabat kerja manusia dalam kerangka rencana ilahi. Ensiklik ini mengkritik tajam komunisme dan kapitalisme karena memperlakukan manusia sebagai alat produksi. Manusia berhak kerja, sekaligus berhak upah yang adil dan wajar, sekaligus berhak untuk makin hidup secara lebih manusiawi dengan kerjanya.
·         Convenientes ex Universo (berhimpundariseluruhdunia).
Dokumen ini merupakan hasil sinode para Uskup di Roma tahun 197.Para uskup, yang berkumpul di Roma untuk sinode tahun 1971, menyuarakan jutaan orang yang tinggal di negara-negara berkembang. Mereka tidak hanya menyerukan diakhirinya kemiskinan dan penindasan, namun juga perdamaian abadi dan keadilan sejati. Dalam Gereja, sebagaimana di dalam dunia, keadilan harus dipertahankan dan dipromosikan. Misi Gereja tanpa ada suatu upaya konkret dan tegas mengenai tindakan perjuangan keadilan, tidaklah integral. Misi Kristus dalam mewartakan datangny aKerajaan Allah mencakup pula datangnya keadilan. Keadilan merupakan dimensi konstitutif pewartaan Injil. Para uskup juga menyerukan dihormatinya  hak untuk hidup, hak-hak perempuan, dan perlunya pendidikan keadilan. Dokumen ini banyak diinspirasikan oleh seruan keadilan dari Gereja-Gereja di Afrika, Asia, dan Latin Amerika, khususnya pengaruh pembahasan tema “pembebasan” oleh para uskup Amerika Latin di Medellin (Kolumbia).

·         GaudiumetSpes (kegembiraan dan harapan),
merupakan dokumen Konstitusi Pastoral tentang Gereja dalam dunia modern, hasil KonsiliVatikan II, 7 Desember 1965. Dokumen ini merupakan  refleksi para Bapa Konsili tentang kehadiran Gereja di tengahdunia modern. Dalam refleksi itu, mereka mengaplikasikan ajaran-ajaran Gereja tentang moral dan sosial pada harapan-harapan dan tantangan-tantangan yang dialami di banyak negara pada masa itu. Para Bapa Konsili sangat kuat mendorong partisipasi umat Katolik dalam berbagai dimensi kehidupan duniawi.


















DAFTAR PUSTAKA
Suryanto T Markus, Imlek Budaya TiongHoa dan Iman Kristen,PELKRINDO(   Pelayanan Literatur Kristen Indonesia) Jakarta, 1999.

[1]kamus mandiri chi berarti genangan

[1]Personal Salvation and Filial Piety: Two Precious Scroll Naratives of Guanyin and Her Acolytes by Wilt L. Idema,Hawai Universtiy Press



[1]kamus mandiri chi berarti genangan
[3]Personal Salvation and Filial Piety: Two Precious Scroll Naratives of Guanyin and Her Acolytes by Wilt L. Idema,Hawai Universtiy Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Nabi Mikha

Nabi Mikha A.     Mikha Nabi mikha lahir di kampung Moresyet, 30 km di sebelah Barat Daya Yerusalem (bdk. Mik.1:1), yang di sebut juga...